SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI STKIP LABUHAN BATU. KAMPUS IDAMAN MASYARAKAT LABUHAN BATU,LABUSEL DAN LABURA. MAU KULIAH.....? STKIP LABUHAN BATU SAJA.....YESS.........STKIP LABUHAN BATU MEMBENTUK PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN YANG PROFESIONAL,MANDIRI DAN BERKARAKTER. STKIP LABUHAN BATU BERKUALITAS....TERPERCAYA....PROFESIONAL....MANDIRI...DAN BERKARAKTER!
Minggu, 22 Juni 2014

Apa dan Bagaimana MICROTEACHING

Terminologi pembelajaran mikro (microteaching) pertama kali dicetuskan oleh A.W. Dwight Allen dari Stanford University, pada tahun 1963.[1] Dijelaskan Allen pembelajaran mikro adalah pembelajaran yang sekalanya diperkecil, berkaitan dengan ukuran kelas, waktu pelajaran, dan kompleksitas pembelajaran.[2] Selanjutnya pembelajaran mikro didefinisikan para ahli pendidikan secara beragam, sesuai dengan perspektif masing-masing.

Perspektif Pengertian Pembelajaran Mikro

Setidaknya terdapat tiga  perspektif para ahli mengenai pengertian pembelajaran mikro, yaitu sebagai: teknik pendidikan guru; teknik melatih guru;  prosedur melatih guru. Perspektif pertama, tercermin dari pengertian pembelajaran mikro yang dikemukakan oleh M.B. Buch (1968) dan Bush (1968). Hampir senada mereka  mengemukakan pembelajaran mikro adalah teknik pendidikan guru, yang memungkinkan guru dapat menerapkan keterampilan yang jelas dalam kurun waktu 5 sampai 10 menit pada sekelompok kecil siswa yang sesungguhnya, dan terdapat kesempatan untuk mengamati hasilnya dengan menggunakan rekaman video.[3]
Perspektif kedua, dapat ditemukan pada definisi yang dikemukakan oleh para ahli berikut.  Pass, B.K. (1976) mengemukakan pembelajaran mikro adalah sebuah teknik pelatihan yang membutuhkan murid-guru untuk mengajar sebuah konsep tunggal dengan menggunakan keterampilan mengajar tertentu pada sejumlah kecil siswa dalam durasi waktu yang singkat.[4] Gagasan yang mendasari teknik ini adalah bahwa tindakan pengajaran terdiri dari keahlian yang berbeda. Setiap keterampilan dapat dikembangkan melalui pelatihan secara terpisah. Anggapan dasarnya adalah bahwa, semakin banyak keterampilan dilatihkan kepada seseorang, maka dia akan semakin efisien menjadi seorang guru.[5]
Perspektif ketiga, pengertian pembelajaran mikro dapat ditelusuri dari pendapat-pendapat berikut. Pembelajaran mikro adalah prosedur praktek mengajar dengan pengurangan waktu dan jumlah murid untuk keterampilan mengajar yang spesifik.[6] Situasi pengajaran dibuat sederhana dan dapat dikontrol, jelas Clift (1976).[7] Pengontrolan biasanya menggunakan Closed Circuit Television (CCTV) untuk memberikan umpan balik secara langsung terhadap kinerja guru.[8]
Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat dikemukakan pengertian pembelajaran mikro mengandung makna sebagai berikut:
  1. Merupakan teknik melatih guru.
  2. Durasi setiap pembelajaran mikro adalah 5 sampai 10 menit.
  3. Perangkat pelatihan sangat individual.
  4. Hanya satu keahlian yang dilatihkan setiap kali berlatih.
  5. Jumlah siswa sebanyak 5 sampai dengan 10 orang.
  6. Menggunakan rekaman video dan CCTV untuk  melakukan pengamatan secara objektif.
  7. Umpan balik dilakukan langsung setelah praktek selesai.
Prinsip - prinsip
Pelaksanaan microteaching perlu memperhatikan beberapa prinsip. Neeraja, K.P. mengemukakan empat prinsip dari microteaching, yaitu: EnforcementPractice and drillContinuityMroscopic supeicrvision [1]. Berikut ini dijelaskan prinsip-prinsip tersebut.
Enforcement
Umpan balik (feedback), dan re-teaching, akan membuat pembelajaran menjadi sempurna.
Practice and drill
Mengajar adalah keterampilan yang kompleks yang membutuhkan latihan dan praktek yang konsisten.  Latihan dilakukan terhadap setiap tugas atau keterampilan kecil. Dengan latihan yang konsisten  akan memperoleh penguasaan keterampilan mengajar yang utuh.
Continuity
Microteachig merupakan proses yang berkesinambungan: teaching-feedback-re-teaching-feedback sampai kesempurnaan tercapai.
Mroscopic supeicrvision
Supervisor memiliki jadwal observasi untuk membimbing dan membuat penilaian pada skala penilaian tertentu. Supervisor mengamati semua poin penting, memberikan perhatian penuh pada satu titik pada suatu waktu.

Prinsip-prinsip Pembelajaran Mikro: Sharma, R.M,  Chandra, S.S

Bila Neeraja, K.P. mengemukakan empat prinsip dari micro teaching, Sharma, R.M,  Chandra, S.S. mengemukakan enam prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan micro teaching, yaitu: Principle of practicePrinciple of reinforcementPrinciple of experimentationPrinciple of evaluationPrinciple of precise supervisionPrinciple of continuity. [2] Berikut ini dijelaskan masing-masing perinsip tersebut.
Principle of practice
Pepatah mengungkapkan “Praktek membuat manusia menjadi sempurna”. Jika kegiatan diulang lagi dan lagi, itu adalah belajar efektif. Micro teaching memberikan praktek dalam setiap tugas dan keterampilan kecil kepada guru untuk mendapatkan penguasaan keterampilan.
Principle of reinforcement
Sejak lama nilai penguatan dalam proses pembelajaran telah diakui. Ini melibatkan guru dalam mendorong respon murid, menggunakan pujian lisan, dan tanggapan non-verbal. Dalam pembelajaran micro teaching dorongan penguatan diberikan kepada guru dari waktu ke waktu agar penampilannya lebih baik melalui umpan balik, sehingga ia mencapai kepuasan dan penampilannya meningkat. Penguatan dan umpan balik merangsang guru untuk belajar dan mengajar dengan lebih baik.
Principle of experimentation
Microteaching lahir dalam percobaan. Dilaksanakan melalui pengamatan obyektif dari tindakan yang dilakukan dalam kondisi yang terkendali. Oleh karena itu, kondisi yang terkendali diperlukan dalam mikro-teaching. Guru, murid, dan supervisor melakukan percobaan keterampilan mengajar dalam kondisi yang terkendali. Variabel seperti waktu, materi, siswa dan teknik mengajar dimanipulasi atau dikontrol dengan konsisten.
Principle of evaluation
Evaluasi yang tepat dari aktivitas guru, akan menjadi motivasi yang efektif untuk belajar dan mengajar yang lebih baik. Supervisor mengevaluasi setiap pembelajaran mikro Namun demikian dalam micro teaching, evaluasi diri (self-evaluation) juga diperbolehkan. Dengan bantuan rekaman video guru dapat mengevaluasi kinerja sendiri. Perbaikan dapat dilakukan atas dasar evaluasi diri.
Principle of precise supervision
Pengawasan atas microteaching harus dilakukan secara spesifik dan tepat. Supervisor memberikan perhatian penuh terhadap satu aspek pada suatu waktu. Baik pengawas maupun guru  mempunyai pemahaman yang sama mengenai tujuan pelajaran mikro. Supervisor memiliki sebuah observation schedule yang di isi saat melakukan observasi. Ia melakukan penilaian dengan menggunakan rating scale. Penilaian adalah metode di mana pernyataan atau pendapat mengenai suatu sifat tertentu disistematisasi.
Principle of continuityMicroteaching membutuhkan kontinuitas. Guru belajar dan terus belajar mengenai keterampilan mengajar (teaching skills), melalui tahapan: Discussing-PIanning-Teaching-Feedback-Replanning-Reteaching, sampai penguasaan keterampilan mengajar dicapai.

Komponen

Kinerja dalam microteaching tergantung pada umpan balik yang diterima. Kinerja melalui umpan balik juga dipengaruhi oleh kegiatan dan komponen microteaching. Secara umum, terdapat empat komponen pembelajaran mikro (microteaching), yaitumodellingfeedbacksetting, dan integration. Berikut ini dijelaskan masing-masing komponen tersebut.[1]
Komponen Pembelajaran Mikro 285x300 Komponen Pembelajaran Mikro
Modelling
Pemodelan (modeling) adalah cara penyajian keterampilan. Menurut Allen dan Ryan pemodelan adalah pola yang menunjukkan perilaku individu tertentu, dimana siswa belajar melalui imitasi (tiruan). Pemodelan pada dasarnya disajikan dalam tiga format, yaitu persepsi, simbolik dan audio. Ketika sebuah film atau rekaman atau model hidup dari perilaku yang diinginkan dari keterampilan tertentu ditunjukkan kepada guru dengan tujuan untuk memperoleh keterampilan melalui imitasi, ini dikenal sebagai pemodelan persepsi. Bahan tertulis membentuk dasar untuk pemodelan simbolik sementara pemodelan audio melibatkan kaset audio. Semua format ini dapat digunakan baik secara tunggal atau kombinasi. Komponen-komponen pemodelan merupakan tahap akuisisi pengetahuan, agar guru terbiasa dengan komponen keterampilan mengajar tertentu.
Feedback
Umpan balik (feedback) diberikan atas dasar pengamatan sistematis terhadap pelajaran microteaching. Pengamatan dilakukan melalui dua jenis alat, yaitu Teacher Behaviour Occurrence Schedule (TBOS) dan skala penilaian. Umpan balik diberikan setelah pengamatan melalui berbagai sumber, misalnya CCTV, audio dan video kaset, teman sebaya, dan supervisor.  Umpan balik terdiri atas tiga jenis, yaitu positif, negatif dan campuran, yang dapat diberikan kepada kelompok atau secara individu. Ketika guru diberi informasi mengenai aspek yang baik dari penampilannya, ini merupakan umpan balik positif. Umpan balik semacam ini diberikan untuk memotivasi guru. Tetapi beberapa ahli berkeyakinan bahwa aspek yang masih kurang baik perlu juga disampaikan kepada guru. Ini disebut dengan umpan balik negative. Umpan balik seperti ini perlu diberikan agar guru dapat memperbaiki penampilan mengajarnya.
Setting
Pengaturan (setting), dilakukan terhadap kondisi yang diperlukan untuk melaksanakan micro teaching. Pengaturan meliputi ukuran kelas, durasi waktu, dan supervisor. Biasanya ukuran kelas terdiri atas 5 sampai 6 siswa, sedangkan durasi waktu selama 5 sampai 10 menit.
Integration
Integrasi keterampilan mengajar dimaksudkan untuk kelancaran transfer situasi microteaching ke situasi real teaching. Dengan bantuan integrasi, seorang guru memperoleh kemampuan untuk melihat situasi pengajaran, memilih dan mengatur keterampilan mengajar dan menggunakannya secara efektif. Integrasi keterampilan Mengajar ini antara lain dapat dilakukan dengan melaksanakan pengajaran mini (mini teaching).
Dalam perspektif yang lain, secara khusus microteaching memiliki komponen-komponen penting yang harus ada selama pembelajaran berlangsung, yaitu[2]:
Micro-Teaching Situation.
Situasi microteaching berkaitan dengan ukuran kelas, durasi waktu dan ruang lingkup materi. Ukuran kelas terdiri atas 5 sampai 10 orang siswa. Durasi waktu yang digunakan untuk satu kali  penampilan terentang atara 5 sampai 10 menit.
Teaching Skill
Guru mengikuti program micro teaching untuk mengembangkan keterampilan Mengajar, antara lain keterampilan menjelaskan, keterampilan menggunakan papan tulis, dan keterampilan mengajukan pertanyaan.
Student Teacher
Orang yang akan mempraktekan keterampilan Mengajar disebut student teacher atau pupil teacher.  (dalam bahasa Indonesia dekenal dengan istilah Praktikan). Praktikan akan mengembankan kapasitasnya dalam mempraktekan keterampilan mengajar.
Feedback Devices
Memberikan umpan balik sangat penting bagi perubahan perilaku praktikan dalam menggunakan keterampilan mengajar. Umpan balik ini dapat diberikan melalui rekaman video dan kuesioner umpan balik
Micro Teaching Laboratory
Microteaching sebaiknya dilaksanakan dalam lab khusus. Di lab ini praktikan diamati oleh supervisor dan/atau teman sebaya untuk mengukur kemampuan mengajar dan juga untuk mengetahui umpan balik dari penampilannya.

Langkah Pembelajaran MicroTeaching

Microteaching  merupakan sebuah proses praktek mengajar dengan jumlah murid yang sedikit, durasi waktu yang singkat dan fokus pada keterampilan mengajar yang sempit dan spesifik. Sebagai sebuah proses, pelaksanaan micro teaching dilakukan melalui tujuh tahapan. Tujuh tahapan micro teaching  tersebut merupakan sebuah siklus. Siklus ini dapat diulang sesuai dengan kebutuhan perbaikan. [1] Berikut ini dijelaskan tahapan-tahapan atau langkah-langkah pembelajaran mikro (microteaching).
Langkah langkah Pembelajaran Mikro 300x220 Langkah langkah Pembelajaran Mikro
Tahap 1:     Modeling the Skill
Tahap ini penting untuk mengarahkan peserta pelatihan kepada keterampilan mengajar yang akan dipraktekkan. Tahapan ini disebut Modeling. Terdapat dua jenis modeling, yaitu  Perceptual Model dan Conceptual Model. Model pertama disajikan dengan cara demonstrasi dan secara visual dirasakan oleh peserta pelatihan. Model kedua, disajikan dalam bentuk bahan tertulis dan dikonsep oleh peserta pelatihan.
Tahap 2:     Planning a micro-lesson
Pada tahap ini ditentukan materi pelajaran yang tepat yang dapat memaksimalkan latihan keterampilan mengajar, dalam durasi waktu 5 sampai 7 menit.
Tahap 3:     The teaching session
Rencana pelajaran pada tahap ini dilaksanakan di hadapan supervisor atau teman sebaya. Penampilan guru yang mempraktekkan keterampilan mengajar diamati dan dicatat. Lembar evaluasi, tape recorder, dan/atau video tapes dapat digunakan untuk keperluan tesebut
Tahap 4:     The critique session
Supervisor dan/atau kelompok teman sebaya membahas kinerja guru mikro. Umpan balik dan poin-poin penting disampaikan kepada guru mikro untuk diperbaiki. Alat evaluasi memberikan kesempatan langka kepada guru mikro untuk melihat penampilannya secara objektif.  Guru mikro tidak diberi kesempatan untuk mengajukan pembelaan diri. Ini adalah kekuatan dan kekhasan dari micro teaching.
Tahap 5:     The re-planning session
Guru mikro menyusun rencana pengajaran berdasarkan umpan balik yang ditawarkan dalam critique session. Waktu yang disediakan untuk tahap ini adalah 5 sampai 7 menit.
Tahap 6:     The re-teaching session
Langkah ini memberikan kesempatan kepada guru mikro untuk mengajarkan unit yang sama, dan keterampilan yang sama. Namun tentu saja penampilan guru mikro pada sesi ini harus sudah memperhatikan umpan balik dari supervisor dan/atau teman sebaya. Pada sesi ini, pengawas dan/atau pengamat teman sebaya mengevaluasi kinerja guru mikro menggunakan alat evaluasi.
Tahap 7:     The re-critique session
Prosedur yang sama diadopsi sebagaiman disebutkan dalam critique session (Tahap-4). Guru mikro, kembali mendapat umpan balik dan mengetahui sejauh mana perbaikannya. Langkah ini memiliki potensi memotivasi guru-mikro untuk meningkatkan penampilannya di masa yang akan datang.

Rabu, 01 Januari 2014
Peluang Mahasiswa untuk Meningkatkan Kemampuannya dan Memperbaiki Indeks Prestasi

STKIP Labuhan Batu memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengikuti program Semester Pendek (SP). Program kuliah yang diselenggarakan oleh STKIP Labuhan Batu ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan STKIP Labuhan Batu. Program Semester Pendek ini bertujuan untuk:
1. Mempercepat mahasiswa dalam menyelesaikan studinya;
2. Memperkaya kemampuan yang terkait dengan kompetensi mahasiswa sesuai dengan bidang keahliannya;
3. Memperbaiki prestasi mahasiswa.

Kami berharap kebijakan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa di samping untuk meningkatkan pengetahuan sainnya, juga dalam rangka memperbaiki Indeks Prestasinya.
Ada beberapa ketentuan tentang Pelaksanaan Semester Pendek STKIP Labuhan Batu Tahun Akademik 2013/2014, yang perlu diketahui oleh para mahasiswa terkait dengan program Semester Pendek (SP) ini, bahwa:
1.   Semester Pendek ini merupakan perkuliahan yang dilaksanakan pada waktu diantara Semester Gasal dan Genap, yang diselenggarakan selama 2 (dua) bulan
2.  Penyelenggaraan semester pendek ekuivalen dengan Semester Reguler (6 bulan) dalam pengertian SKS.
3.   Perkuliahan semester pendek dapat dilaksanakan apabila diikuti minimal 10 mahasiswa.
4.   Beban studi mahasiswa yang dapat diprogramkan pada semester pendek  maksimal 10 MK atau  30 SKS.
5.   Peserta semester pendek adalah mahasiswa yang melakukan pemrograman ulang dengan ketentuan telah mengikuti UAS pada mata kuliah dimaksud.
6.    Mahasiswa wajib memenuhi  prosentase kehadiran perkuliahan semester pendek yaitu minimal 75% untuk dapat mengikuti ujian akhir semester.
7.   Perkuliahan semester pendek dilaksanakan selama 8 minggu, setiap minggu 2 kali tatap muka  (8 x 2) = 16 kali tatap muka) termasuk pelaksanaan UTS dan pemberian tugas.
8.   Ujian Akhir Semester dilaksanakan setelah 15 kali tatap muka dengan jadwal pelaksanaan tersendiri.
9.      Nilai yang diakui dalam Transkrip Nilai bagi mahasiswa yang melakukan pemrograman ulang pada mata kuliah di semester pendek, yaitu Nilai Akhir (hasil semester pendek).
10.   Hasil nilai akhir semester pendek tidak dapat untuk standar pengambilan pemrograman SKS.
11. Mahasiswa melakukan pendaftaran dengan mengisi Formulir Rencana Studi (FRS) Semester Pendek, sesuai mata kuliah yang diprogramkan di Prodi masing-masing.
12. Pengisian FRS pada semester pendek harus mendapatkan persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik (DPA) atau Kaprodi
13. Mata kuliah yang telah diprogramkan/diujikan pada FRS tidak boleh dibatalkan, kecuali apabila jumlah minimal 10 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan pada mata kuliah tertentu itu tidak terpenuhi.
14.   Membayar biaya semester pendek sesuai dengan jumlah MK/SKS pada bank yang ditunjuk.
15.   FRS yang telah diisi dan telah disetujui DPA beserta bukti pembayaran diserahkan kepada Prodi untuk diproses administrasinya.
16.   Melakukan pemrograman mata kuliah semester pendek melalui FRS, sesuai dengan mata kuliah yang diisikan pada FRS.
17.   Pembayaran biaya semester pendek dilakukan pada tanggal 18 – 25 Jan 2014
18.   Biaya semester pendek sebesar Rp. 110.000,- (seratus sepuluh ribu rupiah) per MK.
19. Mata kuliah dan jadual kuliah yang akan dilaksanakan pada perkuliahan semester pendek diumumkan paling lambat pada tanggal 3 Feb 2014.
20.   Perkuliahan semester pendek dilaksanakan pada tanggal 3 Feb sampai dengan 2 April 2014
Rabu, 25 Desember 2013
Nomor              : 189/STKIP-LB/XII/2013
Perihal              : Ujian Akhir Semester (UAS)
                          
Kepada Yth.
Bapak/ Ibu Dosen STKIP Labuhanbatu
Di
T e m p a t

            Sehubungan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Ganjil di Lingkungan STKIP                  Labuhan Batu TA. 2013/ 2014 yang akan dilaksanakan  pada :

Hari                  :  Senin  s/d Kamis
Tanggal           :  13  s/d  16 Januari 2014 (sesuai jadwal kuliah)

            Demi kelancaran pelaksanaan UAS tersebut diharapkan kepada Bapak/Ibu Dosen STKIP Labuhan Batu              untuk dapat memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.   Dosen panggung jawab mata kuliah menyiapkan soal ujian dan menyerahkannya kepada Biro STKIP selambat-lambatnya tanggal 9 Januari 2014.
2.   Biro STKIP memperbanyak soal ujian dengan memperhatikan aspek kerahasiaan dan keamanan soal.
3.   Jika ada ralat terhadap naskah ujian, dosen menyampaikan ralat tersebut sebelum ujian dimulai dan tidak ada ralat pada saat ujian  berlangsung.
4.   Perserta UAS adalah mahasiswa yang jumlah kehadiran dalam perkuliahan sekurang-kurangnya 75%  dari jumlah tatap muka
5.   Peserta ujian harus dapat menunjukkan Kartu Ujian Akhir Semester Ganjil dan memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) Tahun Akademik 2013/2014 dan nama mahasiswa yang bersangkutan terdapat  dalam daftar peserta kuliah.
6.   Mahasiswa peserta ujian yang tidak membawa Kartu Ujian Akhir Semester Genap dan tidak memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) TA. 2013/2014 diharuskan meminta surat keterangan dari Ketua STKIP Labuhanbatu.
7.   Pakaian bagi peserta ujian adalah memakai baju kemeja bewarna putih dan rok/ celana hitam.  
8.   Pengawas ujian adalah dosen mata kuliah yang bersangkutan.
9.   Apabila pengawas ujian berhalangan hadir maka harus memberitahukan kepada Biro atau Ketua STKIP dan ditentukan penggantinya.
10. Peserta ujian dan pengawas mematikan telepon genggam atau Handphone  selama pelaksanaan ujian
11. Mahasiswa peserta ujian menandatangani daftar hadir
12. Aspek Penilaian meliputi Kehadiran (25%), Tugas (20%), UTS (25%) dan UAS (30%)
13. Khusus bagi mahasiswa semester I s/d V hasil penilaian akhir mata kuliah dinyatakan dengan huruf dan angka seperti tertera pada tabel berikut:
No.
Interval Skor
Nilai Huruf
Nilai Angka
Status
1.     
90 – 100
A
4,00
Lulus
2.     
85 – 89
A -
3,50
Lulus
3.     
80 – 84
B+
3,25
Lulus
4.     
75 – 79
B
3,00
Lulus
5.     
70 – 74
B -
2,75
Lulus
6.     
65 – 69
C+
2,50
Lulus
7.     
60 – 64
C
2,25
Lulus
8.     
55 – 59
C -
2,00
Lulus
9.     
50 – 54
D
1,75
Tidak Lulus
10.   
00 – 49
E
1.50
Tidak Lulus
  1. Dosen Penanggung jawab mata kuliah menyerahkan nilai  ke Biro STKIP selambat-lambatnya  2 minggu setelah pelaksanaan ujian.
Demikian hal ini disampaikan, atas kerja sama yang baik dari Bapak/ Ibu Dosen STKIP  Labuhanbatu diucapkan terimakasih.
Rantauprapat, 26 Desember 2013
Ketua



(Rosmidah Hasibuan S. Pd)

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari disini

Memuat...